jump to navigation

Mengenang Lagu Ellya Kadam November 12, 2009

Posted by sukolaras in Musik.
Tags: , , ,
trackback

Ellya M Haris

Ellya Kadam atau Ellya M Haris/Ellya Agus yang lahir 23 Oktober 1923 dikenal sebagai penyanyi legendaris telah meninggalkan kita Senin 02 Nopember 2009. Lagu Boneka Dari India sebagai awal masuknya elemen India kedalam musik yang kini dikenal sebagai dangdut. Spesifik dari lagu ini adalah pada dominasi perkusi yang secara onomatopik terdengar sebagai dang dang dut, serta menandai peralihan dari era musik Melayu Deli ke era Melayu bernada India awal embrio dangdut.

Marilah kita mengenang lagu-lagunya yang diiringan Orkes Melayu Kelana Ria pimpinan Adi Karso dan Munif Bahasoan.

  1. Boneka Dari India
  2. Termenung
  3. Kau Pergi Tanpa Pesan
  4. Aku Tak Mau Di Madu
  5. Tiada Sabar
  6. Janji
  7. Malam Berbintang
  8. A Go Go

Komentar»

1. Faras - November 12, 2009

Pak Suko, tolong dong lagu Termenung, Kau Pergi Tanpa Pesan, dan Aku Tak Mau Dimadu dishare lewat 4shared, atau mediafire, atau ziddu karena komputer saya ndak bisa donlut lewat kewlsahre. Terima kasih.

sukolaras - November 12, 2009

Dimana tidak bisanya, kalau menggunakan windows xp pasti bisa

2. faras - November 13, 2009

Saya pakai Vista. Dulu bisa donlud lewat kewlshare. Entah karena saya pasang Orbit, ataupun IDM (yang saya donlut dari Sukolaras lo), sekarang jadi ndak bisa lagi donlut lewat kewlshare. Bisanya hanya lewat mediafire atau 4shared. Maaf Pak Suko, jadi ngerepotin. Sekali lagi maaf.

3. Endang S. - November 13, 2009

Mas Suko, Lagu Termenung iringan OM kelana ria pimp. Adi karso begitu mengenang masa silam sekitar th. 1961 ada beberapa sederet penyanyi lain yang diiringi oleh OM Kelana Ria adalah M.Mashabi, Djohana Satar, Ellya Agus, Munif Bahaswan, Lutfi.
Mas Suko, apakah sudah punya lagu : Seia sekata oleh Vokal Munif dan Ellya ? kalau belum nanti saya kirimkan mp3nya.
Terima kasih.

Salam,

Endng S.

sukolaras - November 13, 2009

Endang S, terima kasih atas kesediaannya untuk berbagi lagu-lagu jadul. Saya senantiasa menunggu.