jump to navigation

Gending Gadhung Melati November 3, 2009

Posted by sukolaras in Musik Jawa.
Tags: , , ,
trackback

Gadhung Melati adalah suatu gending jawa yang mempunyai nilai keramat dan sakral. Ditabuh dan diperdengarkan tatkala pada suatu daerah sedang mengalami musibah wabah penyakit dan sejenisnya. Dengarkan alunan gendhingnya dari gamelan keraton ini.
Kemudian gending berikutnya adalah Sido Mukti yang menggambarkan bahwa kita telah terbebas dari segala bebendu wabah penyakit, yang akhirnya kembali Sido Mukti (menuju karaharjan dan keselamatan).

  1. Gadhung Melati Sl.My (permintaan Mas Pangestu)
  2. Ldr. Sidomukti Pl.6

Komentar»

1. noeg - November 4, 2009

Matur nuwun sanget Pak Wandi kiriman gendhing Gandung Mlathi-nya. Memang menururt kepercayaan, gendhing ini adalah gendhing yang sakral. Tidak semua pengrawit bersedia memainkannya walaupun di Jakarta sekalipun (yang sudah metropolitan) ada sebagian pengrawit yang tidak bersedia memainkannya karena takut ada apa2nya setelah itu.

Namun gendhing yang di-upload tsb sepertinya kurang lengkap, hanya ayak-ayakannya saja. Yang lengkap adalah Ldr. Gadhung Mlathi dilanjutkan Ldr. Ubal-ubal dilanjutkan Lcr. Bubaran Nyutra dilanjutkan Ayak-ayak Gadhung Mlathi. Rangkaian gendhing ini memang untuk mengusir pageblug (wabah penyakit) dimana salah satu adegannya adalah seseorang (penguasa / senopati ???) menunggang kuda (jaranan) mengelilingi daerah yang terkena wabah. Adegan jaranan inilah yang diiringi dengan Lcr. Bubaran Nyutra, makanya kalau kita mendengarkan Lcr. Bubaran Nyutra ini maka kendhangannya adalah kendhangan untuk jaranan.

Demikian lebih dan kurangnya nyumanggakaken, hanya sekedar sharing saja.

Nuwun.
~noeg~

sukolaras - November 4, 2009

Mbahnug, benar apa kata Mbah yang lengkap semestinya Ldr. Gadhung Melati lanjut Ldr. Ubal-ubal dst. Itu saya dapat dari teman yang senang seni karawitan.
Konon kata sesepuh gendhing tersebut tidak sembarang boleh ditabuh, kecuali untuk upacara seperti disebutkan.
Kalau Mbahnug ada gendhing lengkapnya saya akan berterima kasih untuk dikirimi sebagai koleksi saya, ha ha ha
Salam karaharjan

noeg - November 5, 2009

nyuwun pangapunten, saya gak punya koleksinya … dan sepertinya memang gak ada, wong sakral kok … masak direkam (he..he..).
saya cuman pernah baca-baca dan berkesempatan untuk memainkannya.

nuwun.