Polemik Lagu Terang Bulan Agustus 30, 2009
Posted by sukolaras in Berita, Musik.Tags: lokananta, mamula moon, negaraku, terang bulan
16 comments
Baru beberapa hari yang lalu terjadi polemik tentang Tari Pendet dan Lagu Indonesia Raya, kini rame-rame lagi menyoal lagu “Terang Bulan” dengan lagu kebangsaan Malaysia “Negaraku”
Kalau kita perhatikan intro dan aransemen lagu Negaraku nampak sekali mirip dengan lagu Terang Bulan, sedangkan tempo dan bar nya hanya berbeda tipis. Hasil rekaman oleh Lokananta tahun 1956 ini pernah dinyanyikan secara koor oleh Ansamble Bandung pada 1956 di RRI Jakarta, yang kemudian digandakan pada piringan hitam pada tanggal 16 Maret 1965. (sumber diambil dari : sini)
Inilah lyrik dari lagu tersebut.
TERANG BULAN
Terang bulan
Terang bulan dikali
Jangan percaya mulutlah lelaki
Berani sumpah tapi takut mati
Jangan percaya mulutlah lelaki
Berani sumpah tapi takut mati
( bait pertama)
NEGARAKU (lagu kebangsaan Malaysia)
Negaraku
Tanah tumpahnya darahku
Rakyat hidup
Bersatu dan maju
Rahmat bahagia
Tuhan karuniakan
Raja kita
Selamat bertahta
Rahmat bahagia
Tuhan karuniaku
Raja kita
Selamat bertahta
Untuk membuktikan kemiripan lagu Negaraku dengan lagu Terang Bulan dan lagu dari Hawai berjudul Mamula Moon, silahkan dengarkan berikut ini.
- TERANG BULAN
- Negaraku (Terang Bulan – Mamula Moon – Negaraku)
Sumber lyrik lagu Terang Bulan : disini
Lagu pilihanmu pilihanku [4] Agustus 30, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: lagu jadul, nada kantjana, rafika duri
9 comments
Inilah lagu yang pernah anda request ke pondok kesayangan ini, yaitu dari Rafika Duri, Rien Djamain, Elly Kasim dan Nada Kantjana.
- Citra (Rafika Duri)
- Citra (Rien Djamain)
- Seroja (Elly Kasim)
- Tjis Katjang Buntjis Njengtjle (Nada Kantjana)
Instrumentalia Band 4 Nada Agustus 29, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: 4 nada, a few dollar more, ayah, bandar djakarta, cinta pertama, instrumental, jangan ditanya, love story, my way, rangkaian melati
15 comments
Berikut ini musik irama instrumentalia dari Band 4 Nada dibawah pimpinan Jadin/A. Riyanto. Suara musik dari “for a few dollars more” mengingatkan kita pada zaman tempo doeloe akan film cowboy.
- Bandar Djakarta
- Djangan Ditanja
- Tjinta Pertama
- Rangkaian Melati
- Ajah
- A Few Dollars More
- My Way
- Love Story
- for a few dollars more (asli dari Ennio Morricone)
- charade (new)
- ill never fall in love again (new)
- mr robinson (new)
- rain drops keep falling on my head (new)
Beradu dalam Memori ke-19 Agustus 27, 2009
Posted by sukolaras in Musik, Tak Berkategori.Tags: bdm, teka teki lagu
8 comments
Beradu dalam Memori (BdM) pada edisi ke-19 kali ini tentang biduan yang berasal dari asli Sunda/tanah Parahyangan.
Biduan ini berasal dari Tanah Parahyangan. Lagu-lagunya, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Sunda, digemari banyak orang pada seputar tahun 1967—1969. Salah satu lagu yang populer pada 1969 adalah yang bercerita tentang kisah klasik percintaan: ia ditinggalkan oleh kekasihnya. Ia mengatakan “kelebihan” perasaan kaumnya, wanita, yang tajam. Patah hati? Putus asa? Kedua kata itu tak ada dalam kamusnya, meski ditinggalkan oleh si dia. Tambahan informasi: pada sekitar 1980-an ia menjadi penari jaipong terkenal, bahkan sering disebut Ratu Jaipong.
Siapa biduan itu dan lagu apa yang dimaksud di atas?
—————————————————————-
Jawaban BdM edisi ke-18 adalah judul lagu Indonesia, dengan penyanyi Christine.
Pop Jawa Laily Dimyati Agustus 27, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: aku rondo kowe dudo, donyo iku bunder, laily dimyati, ngelingono umurmu, opo ora kelingan, pop jawa, rumangsaku, sopo nyono
2 comments
Laily Dimjathi yang dikenal dengan lagunya Bunga Flambojant, juga melantunkan tembang pop jawa.
Surat Terakhir Diah Iskandar Agustus 25, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: diah iskandar, jadul 60-70, surat terakhir
add a comment
Surat terakhirmu itu
Kau putuskan cintamu
Kau ragukan cintaku
Kau buat daku merana
Walau kini kau jauh
Jauh dari hidupku
Ku takan putus mengharap
Mengharap kau kembali
Dikala bulan bercahaya
Kuteringat janjimu
Oh, kepadaku
Itulah syair lagu Surat Terakhir karya Imran yang dinyanyikan oleh Diah Iskandar dan Diselina. Lagu dari Diah Iskandar (bila senja mendatang, disisimu selalu, percayalah) yang lain tersedia disini
- Surat Terakhir (Imran)
Musik di bulan Puasa Agustus 23, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: lagu islami, bulan puasa
4 comments
Beberapa lagu yang bernuansakan Islami ini sangat cocok untuk diputar dan didengarkan pada bulan suci ini. Lagu disusun membentuk tulisan blog kesayangan anda SUKOLARAS.
- [S] emoga Jalan Dilapangkan Tuhan (Bimbo)
- [U] ntuk Kita Renungkan (Ebiet G. Ade)
- [K] ala Subuh (Irni Yusnita)
- [O] jo Kelalen (Brothers)
- [L] ir Hilir (Emha Ainun Nadjib)
- [A] ntara Mata Dan hati (Aa Gym)
- [R] ukun Kita (Raihan)
- [A] gungkan Tuhan (Mei)
- [S] abar Itu Iman (Hidayah)
Lagu Islami lainnya oleh Oslan Husein, Elya Kadam, Elvy Sukaesih dapat anda kunjungi kesini.
Klaim Tari Pendet oleh negara tetangga Agustus 23, 2009
Posted by sukolaras in Budaya, Opini.Tags: bali, seni budaya, tari pendet
13 comments
Belum lama hilang dari ingatan kita, kini lagi-lagi budaya bangsa Indonesia Tari Pendet asal Bali diklaim oleh negara tetangga dengan mencantumkan dalam iklan Visit Malaysia Year. Seperti diketahui bahwa beberapa waktu yang lalu Malaysia mencaplok kebudayaan bangsa kita mulai dari lagu rasa sayange, musik angklung, reog, batik. Perhatikan beberapa kekayaan budaya kita yang di klaim oleh negara lain, seperti ditulis pada situs budaya-indonesia disini.
Untuk kesekian kalinya Ibu Pertiwi akan menangis dengan perlakuan salah satu negara mengklaim warisan budaya leluhurnya. Hai generasi penerusku pertahankan, peliharalah dan lestarikan budaya yang adiluhung ini, janganlah kau sia-siakan, karena itu merupakan jati diri kebudayaan bangsa kita.
Berita terkait baca di Media Indonesia
Salam Pertama Tjitjik Suwarno Agustus 22, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: jadul 60-70, salam pertama, tjitjik suwarno
5 comments
Tjitjik Suwarno penyanyi era 60-an, terkenal dengan lagunya Telaga Sarangan. Lagu lain dari Tjitjik yang digemari waktu itu adalah Salam Pertama ciptaan Yessy Wenas dengan iringan Band Zaenal Combo.
Kubingkiskan kepadamu duhai sayang salam pertama
Kuagungkan pertemuan yang mengesan damai dan mesra
Jabatlah salam hatiku dan padukan dalam cintamu
Pahatkanlah tanda suci tuk pengisi halaman kalbu
Duhai bunga yang kurindukan kau tersenyum indah
Yang kuharapkan dan kau rangkaikan dan kau hiaskan untukku
- Salam Pertama (Tjitjik Suwarno), Yessy Wenas 1967















