Beradu dalam Memori ke-15 Juli 30, 2009
Posted by sukolaras in Musik, Tak Berkategori.Tags: bdm, teka teki lagu
6 comments
Jumpa lagi di Beradu dalam Memori (BdM) ke-15.
“Bagi Anda yang masih sangat muda,
jangan tegesa cari pasangan”
dst.
Itulah awal bait lagu ini.
Untuk membantu menguak memori Anda, inilah larik-larik pada bait lain.
“Kalau hati suci mulai tergoda,
pertama nilailah pribadinya,
wajah dan hartanya soal kedua,
Anda tentu akan berbahagia.”
Lagu itu dibawakan oleh sepasang (duet) penyanyi yang cukup populer pada masa itu (1970-1971).
Perlu info lebih? Ini, lho: Connie Francis adalah pemilik asli lagu ini. Jelasnya, ini adalah lagu pinjaman. (Pakai izin pemiliknya? Wah, kalau soal itu jangan tanyai saya!)
Tolong tuliskan: (1) judul lagu itu;
(2) siapa (duet) penyanyinya;
(3) ada bonus nilai jika Anda juga menuliskan judul
lagu asli (dari Connie Francis tersebut).
Selamat menembak-nembak.
Jawaban BdM edisi ke-14 yang benar adalah ANAK DESA oleh Alfian yang ditebak benar oleh Pakdhe Jangkung, mau dengar lagunya.
Memaknai Agama Juli 30, 2009
Posted by sukolaras in Budaya Jawa, Renungan.Tags: agama, ketuhanan
2 comments
AGAMA, demikianlah sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Mengutip dari Wikipedia, agama adalah berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “A” yang artinya tidak, dan “GAMA” yang berarti kacau. Sehingga secara entomologis, agama diartikan situasi yang tidak kacau. Sementara kata lain ada yang menyebut religi (bahasa Latin) yang berasal dari kata kerja “re-ligare” yang artinya “mengikat kembali”. Dimaksud dengan berreligi adalah seseorang akan senantiasa berusaha mengikat kembali atas dirinya kepada Tuhan YME.
Kalau bicara soal agama, tentu tidak akan lepas dengan Tuhan (Indonesia), God (Inggris), Brahman (India), Yahweh (Yahudi), Dei (Yunani), Gusti Allah/Kang Murbeng Dumadi, …….. (Jawa). Kemudian bagaimanakah memaknai suatu agama itu???. Agama manapun, apakah itu Islam, Nasrani, Hindu, Budha, Kong Hu Chu dan lain sebagainya, bahkan termasuk pula aliran kepercayaan/kejawen, pada hakekatnya mengajarkan suatu tuntunan hidup kedamaian dalam peradaban manusia dimuka bumi pertiwi ini, dengan tujuan agar manusia tetap berjalan dalam KEBAJIKAN dan KEBAIKAN terhadap sesama makhluk maupun alamnya. Tuntunan dan ajaran yang disampaikan oleh pembawa agama tentunya bermuara kepada amal KEBAJIKAN dan KEBAIKAN, namun karena adanya perbedaan sudut pandang dan visi pemahaman agama serta berbagai macam kepentingan kelompok, golongan dan faham yang membuat penganutnya menjadikan bertentangan, bahkan menganggap mereka yang tidak sehaluan, berseberangan, disebut “kafir” yang pantas harus dimusuhi, disirnakan dari muka bumi. Praktek seperti inilah sehingga esensi dari agama itu sendiri menjadi bias, kabur dan melupakan inti sarinya, karena disibukkan dengan berbagai usaha menonjolkan kebenaran kelompok/golongan tentang konsep pemahaman masing-masing guna menarik simpati sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan tujuan inti sari semula dari agama tersebut. Status klaim kebenaran diperebutkan, merasa dirinya dan kelompoknyalah yang paling benar, paling suci. Tidak disadari bahwa demikian ini sesungguhnya telah menjadi korban akibat “ketidak tepatan” dalam mengkonsumsi dan memahami arti dan makna sebuah AGAMA. Salah mengaplikasikan makna JIHAD dengan cara memberangus kelompok dan golongan lain yang tidak selebel, memusuhi orang-orang yang memiliki keyakinan lain. Hal seperti inilah secara tidak sadar menunjukkan bahwa sebenarnya masih belum beragama tetapi baru sekedar mengenal sebuah agama.
(lagi…)
Asthabrata Juli 30, 2009
Posted by sukolaras in Budaya Jawa, Renungan.Tags: asthabrata, ramayana
3 comments
Dalam dunia pewayangan ada suatu ajaran falsafah yang terdapat didalam cerita Ramayana, yaitu ajaran Rama terhadap adik musuhnya bernama Gunawan Wibisana yang menggantikan kakaknya, Rahwana, setelah perang di Alengka. Ajaran itu dikenal dengan nama ASTHABRATA, (astha yang berarti delapan dan brata yang berarti ajaran atau laku). yang merupakan ajaran tentang bagaimana seharusnya seseorang memerintah sebuah negara atau kerajaan. Ajaran dimaksud yang juga dapat dilihat dalam Diaroma gambar wayang di Museum Purnabakti TMII (1994 M), yaitu :
Bumi : artinya sikap pemimpin bangsa harus meniru watak bumi atau momot-mengku bagi orang jawa, dimana bumi adalah wadah untuk apa saja, baik atau buruk, yang diolahnya sehingga berguna bagi kehidupan manusia;
Keroncong Toto Salmon Juli 30, 2009
Posted by sukolaras in Musik.Tags: bengawan solo, dewi murni, kota solo, mp3 keroncong, segenggam harapan, telomoyo, toto salmon
5 comments
Bagi pecinta keroncong tentunya tidak akan asing lagi dengan penyanyi Toto Salmon. Lagu yang terkenal seperti Dewi Murni, Telomoyo, Segenggam Harapan dan beberapa lagu lainnya.
![]()











