jump to navigation

Dalang wayang kancil Agustus 19, 2008

Posted by sukolaras in Budaya Jawa.
Tags: , ,
trackback

Ki. Ledjar Soebroto sang maestro wayang kancil yang berasal dari Yogyakarta belum lama ini telah melakukan lawatan ke negeri Belanda atas undangan pecinta wayang kancil di negeri itu. Sejak 1980 malang melintang di layar putih dengan menggunakan wayang yang diambil dari beberapa tokoh binatang. Wayang yang berkisah mengenai kehidupan kancil ini merupakan buah pikirannya. Kiprah Ki Ledjar Soebroto di dunia pewayangan sudah tidak diragukan lagi, bahkan karyanya telah menjangkau ke negara kincir angin (Belanda)

Untuk pertama kalinya, para pecinta wayang dari Belanda mengundang guna tampil dalam festival Tong-Tong yaitu sebuah festival kebudayaan yang setiap tahun diadakan. Selain itu ia juga diminta tampil di beberapa museum negeri Belanda.

Saat ini Ki. Ledjar Soebroto sedang sibuk mengerjakan sejumlah wayang kontemporer dirumahnya Jl. Mataram Dd I/370 Yogyakarta. Sebanyak 25 wayang revolusi dan 15 wayang awjah akan dikirim ke Belanda. Tidak sedikit karyanya bisa dijumpai di museum Belanda, Kanada dan Jerman.

Dengan dilatarbelakangi perkembangan wayang purwa yang stagnan, ia kemudian mengembangkan wayang kontemporer dalam wayang kancil, diantaranya wayang Sultan Agung, Wayang Revolusi, dan Wayang KNIL. Dalam hal urusan panggung, ia tidak menerapkan aturan konvensional dalam sebuah pementasan. Posisinya tidak berada dibelakang layar, tapi didepan. Dia juga menggunakan proyektor untuk menampilkan gambar suasana hutan dan sampai yang menarik minat anak-anak.

Nama  : Ki. Ledjar Soebroto, Lahir di Yogyakarta, 20 Mei 1938 dengan pendidikan Sekolah Rakyat (SR).

Perjalanan karier :

  • 1946, bergabung dengan Ki. Nartosabdo sebagai srati yang menyiapkan wayang yang akan dimainkan
  • 1960, bergabung dengan kelompok wayang orang Ngesti Pandowo sebagai penata rias dan pemain
  • 1985, mendirikan Sanggar Wayang Kancil di Yogyakarta
  • 1990, ikut terlibat dalam melahirkan Balai Budaya Minomartani di Sleman Yogyakarta

Karya :

  • 1980, Wayang Kancil, wayang binatang dengan lakon utama si Kancil
  • 1987, Wayang Sultan Agung, wayang menceritakan tentang perjuangan Sultan Agung melawan tentara VOC
  • 2002, Wayang Samurai X, wayang yang dipesan oleh dalang Jepang Ryoh Matsumoto untuk keperluan pentas
  • 2004, Wayang Jaka Tarub yang dibuat untuk keperluan pentas kolaborasi wayang dan ketoprak di Yogyakarta

Penghargaan :

  • 1995, Penghargaan majalah Gatra atas dedikasinya pada Wayang Kancil
  • 1997, Penghargaan sebagai perupa atau perajin dari Pemprov DIY
  • Berbagai piagam penghargaan lainnya atas kecintaannya pada wayang

Komentar»

1. Misranto - April 3, 2009

Pak Suko, menapa wonten rekamanipun nggih???
—————————————————-
cuplikan video wonten mriki