jump to navigation

Sekilas tentang detik-detik Proklamasi Agustus 16, 2008

Posted by sukolaras in Opini, Tak Berkategori.
Tags: ,
1 comment so far

Tepatnya hari Jumat Paing bulan Ramadhan, pukul 05.00 setempat, atau tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin bangsa dan tokoh-tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan penuh diliputi kebanggaan setelah lama merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Pada hari itu di rumah Soekarno yang terletak di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, semua telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia pada pukul 10.00 pagi. Kantor-kantor berita dan para insan pers sibuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkan ke seluruh dunia.

Menjelang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan, suasana di kediaman Bung Karno Nampak sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mikropon, pengeras suara, tiang bendera. Bendera yang dijahit dengan tangan sendiri oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Suasana tegang menyelimuti kediaman rumah Soekarno, sementara rakyat telah menunggu berkumpul dengan rasa tegang bercampur gembira. Semua barisan serentak berdiri tegak dan siap setelah menerima aba-aba dari Latief Hendraningrat salah seorang anggota Peta. Kemudian keluarlah Soekarno dan Muhammad Hatta untuk maju beberapa langkah mendekati mikropon. Dengan suara mantap dan jelas Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat sebelum membacakan teks proklamasi, berikut pidato Soekarno :

“Saudara-saudara ! saya telah minta saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya. Tetapi jiwa kita tetap menuju kea rah cita-cita. Juga di dalam jaman Jepang ini tampaknyasaja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri. Tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia, permusyawaratan itu seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah Proklamasi kami : PROKLAMASI, Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.. Jakarta, 17 Agustus 1945. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno/Hatta.

(lagi…)

Gending Aneka Ketawang Agustus 16, 2008

Posted by sukolaras in Musik Jawa.
Tags: , , , ,
7 comments

Bentuk gending gamelan jawa dapat dibedakan menjadi gending, ladrang, dan ketawang. Untuk membedakan antara ketiga bentuk gending tersebut, inilah diantara beberapa ketawang yaitu: Ketawang Pocung Ketoprakan, Sukoasih Sinom Logondhang, Kinanthi Duradasih dan Ketawang Sekaring Puri.

Baju Khusus Koruptor Agustus 16, 2008

Posted by sukolaras in Opini, Tak Berkategori.
Tags: , ,
1 comment so far

Rencana dan gagasan KPK untuk memberikan baju khusus terhadap tersangka kasus koruptor saat menjalani pemeriksaan kiranya perlu segera diwujudkan. Sudah sewajarnya KPK mengambil kebijakan ini untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku korupsi. Baju khusus tersebut akan menjadi simbol yang menakutkan, sehingga setiap orang akan berpikir panjang jika mempunyai niat melakukan korupsi.

(lagi…)